Rabu, 13 Mei 2020

Tips Mengatasi Kembung Pada Anak

Halo Moms, ketemu lagi kita.
Kali ini saya pingin ngobrol-ngobrol soal kembung pada anak. Sepertinya memang hampir semua anak pernah mengalami yang namanaya kembung ini ya? Apalagi bayi. Karena memang bayi di bawah 4 bulan lebih sering mengalami perut kembung. Bisa dipahami karena sistem pencernaan mereka masih belum sempurna. Kalau sudah kembung, kita sebagai ibu kan khawatir karena anak jadi rewel, mungkin juga susah tidur dan untuk anak yang lebih besar lagi bahkan jadi malas makan. Nah ini ada tips untuk mengatasi kembung.

Tips mengatasi kembung
1. Untuk anak yang masih bayi, perlu diperhatikan perlekatan saat menyusu. Karena kalau perlekatan saat kita menyusui bayi tidak pas, ini bisa menyebabkan kembung juga karena udara ikut masuk, selain ASI.
2.  Kembung terjadi karena banyak gas di saluran cerna akibat konstipasi.  ini bisa juga diatasi dengan memberi air putih hangat pada anak, tentu saja untuk anak yang sudah makan ya, sudah M-PASI.
3. Lebih memperhatikan makanan anak. Karena ada beberapa makanan yang memang menimbulkan lebih banyak gas di perut, seperti kacang-kacangan, makanan tinggi serat dan juga makanan berlemak.
4. Saat makan, sebaiknya anak duduk manis alias nggak lari sana-sini.
5. Dan biasakan anak untuk makan perlahan.
6. Usap balsam atau minyak telon ke perut anak.

(Foto dok.pri)

 Anak seumuran Nasha (24 bulan) sih sudah seneng mencoba hal baru explore apapun yang bikin dia kepo. Dalam hal bermain juga, belakangan dia suka bermain sambil mandi, sehingga mandinya jadi lebih lama lagi. Kan sebagai ibu saya kuatir dong, takut anak masuk angin, takut jadi sakit dan lain-lain.
Untungnya setiap selesai mandi, bocah gemesin ini selalu suka badannya dibalurin minyak telon. Nah, untuk pilihan minyak telonnya, saya jatuh cinta sama minyak telon Sleek Baby. Sleek Baby? Iya betul. Sleek Baby punya produk baru yaitu Minyak Telon Sleek Baby.

(Foto dok.pri)

Mengapa saya pilih Minyak Telon Sleek Baby? 
Tentu karena keunggulannya.
*mengandung 2x minyak anisi
*lebih efektif mencegah kembung
*memperlancar pernafasan
*melindungi kulit dari bakteri penyebab iritasi
*dari segi kemasan, praktis, aman dibawa bepergian.
*dari segi harga, terjangkau


(Foto dok.pri)


Kemasan
Minyak Telon Sleek Baby tersedia dalam dua kemasan, yaitu 30 ml dengan HET Rp.13000 dan 70 ml dengan HET Rp.28000.

Apa saja sih kandungan Minyak Telon Sleek Baby ?
Pada tiap botolnya mengandung minyak kelapa 60%, yang mampu melembabkan kulit, 20% minyak kayuputih yang menghangatkan, dan 20% minyak anisi, ini 2x minyak telon biasa, jadi lebih efektif cegah kembung dan memperlancar pernapasan anak.
Dan yang tidak kalah penting lagi, produk ini sudah teruji klinis dan juga ada logo halal MUI.

(Foto Sleek Baby)

      Jadi memang ya, Minyak Telon Sleek Baby ini musti ada deh di persediaan perlengkapan bayi, karena memang penting banget untuk 1000 hari pertamanya. Dan ini merupakan produk yang aman untuk bayi.
Pokoknya tinggal tuang Minyak Telon Sleek Baby ke telapak tangan,.lalu usap lembut ke dada, perut, punggung dan telapak kaki bayi. Bisa digunakan kapan aja terutama setelah mandi dan sebelum tidur, karena #usapanhangatnyamelindungi.
So, yuk mampir juga kesini untuk tau lebih banyak:

Facebook:  https://www.facebook.com/SleekJugaSayangAnak

Instagram:  https://www.instagram.com/Sleekbaby_id

Web:  https://www.sleekbaby.co.id/

Moms punya tips juga untuk anak? Yuk share ya!!
Terimakasih ❤







Jumat, 17 April 2020

Asyiknya Blogwalking

      Halo, temans...apa kabar di bulan kesekian Work From Home? Atau jangan-jangan sudah balik ngantor lagi nih? Atau memang sudah selalu bekerja dari rumah?
Apapun, tetep yang namanya jalan-jalan, refreshing itu perlu ya. Tapi....
 Mau jalan-jalan ke mall, ke pantai, ke Bali, ke Singapura dan lainnya...lagi nggak boleh kan karena ada pandemi. Ya paling asyik sih jalan-jalan di dunia maya.
Nggak ada virus di sini, paling ketemu racun kalo pas nyasar ke marketplace. Racun diskonan..hihi.
Tapi saya cukup betah sih jalan-jalan virtual gini, termasuk kalau ketemu artikel menarik dan memang saya butuhkan. Seringkali, saya juga betah saat berkunjung ke blog para blogger, yang memang keren-keren secara visual, dan artikelnya pun oke. Di situlah saya merasa aktivitas blogwalking itu menyenangkan.

Pixabay


Apa sih blogwalking?
Blogwalking adalah aktivitas berkunjung ke blog, bahkan saling berkunjung antara blogger yang satu dengan blogger yang lain.
Layaknya wisatawan yang berkunjung ke sebuah tempatlah. Makanya saya suka. Semacam "piknik" sambil dapet bacaan gitu deh ๐Ÿ˜.
Dan tentu saja ada etika juga saat blogwalking.
     ๐Ÿ’ฎJangan copy paste tulisannya tanpa ijin. Karena nulis itu perlu effort ya kan, meski bagi sebagian orang ya enteng aja nulis.
     ๐Ÿ’ฎLalu sebaiknya juga nulis komentar, tentu saja dengan kata-kata yang baik.
Tuan rumah atau si pemilik blog pasti akan bahagia kalau nemu komentar di tulisannya, meski itu hanya sebatas "Hai kak, salam kenal." Saya juga lah, girang banget kalau ada yang kasih komentar ๐Ÿ˜.
Toh kita udah diijinkan singgah di blognya, baca-baca tulisannya atau malah dapet inspirasi dari tulisannya. Ya kan?
Oh ya, kalau komentar yang tulus ya, jangan cuma satu dua kata. Biar akrab gitu.
   
      Kalau ditanya, artikel apakah, atau blog dengan niche apakah yang sering saya kunjungi, ya macem-macem sih. Parenting, beauty, teknologi, food blog dll...saya nggak nolak niche tertentu. Yang penting saya suka bacanya. Mulai dari blog yang isinya ringan, sampai yang berat ...lengkap deh. Di satu sisi, saya kagum, salut sama penulisnya, bisa gitu ya, bikin tulisan yang enak dibaca, bisa bikin "pernak-pernik" yang bikin halaman blog jadi enak dilihat. Semua itu jadi motivasi buat saya juga sih, biar terus nambah ilmu soal blogging. Karena jujur ya, makin banyak blogwalking, makin saya merasa kurang ilmu, dan sekaligus merasa harus bisa bikin tulisan dan blog yang lebih bagus lagi. Semangaaat !!!


Klova

       Flashback sebentar ya.
Mau cerita nih, dulu saya bikin blog tuh cuma pingin bikin diary digital aja sih. Biar punya kenangan cerita masa muda, gitu deh.  Biar bisa senyam-senyum kalau dibaca ulang sambil mengenang. Kan asyik tuh.
Nih contohnya jadi kenangan indah kan saat sempat ngobrol sama Tulus .
Atau Tentang Capek , yang isinya beneran cuma curhat doang itu isinya, dan sengaja nggak saya hapus biar jadi bagian dari "sejarah" blog ini ๐Ÿ˜.
Walau bikin saya jadi agak malu juga sih sama teman-teman blogger yang bener-bener serius nge-blog nya. Eh saya juga serius loh, jangan salah paham hehe...cuma saya pinginnya natural aja sih.
Nah, malah curhat kan saya jadinya..hihi.

                                                         Hetty


Kembali ke soal blogwalking ya.
Jadi kalau menurut saya sih, blogwalking itu penting banget. Untuk menjalin silaturahmi secara daring, untuk cari ilmu, untuk belajar dari pengalaman orang.
Apalagi bagi blogger itu sendiri, pasti banyak manfaatnya.
So, seneng kalau nemu teman yang bisa diajak beramah-tamah di jagad maya ini.
Mana tau bisa jadi jalan rejeki, jalan jodoh bagi yang belom nemu jodoh, jalan menebar kebaikan dan lain-lain. Iya kan?
Blogwalking mungkin bisa jadi satu aktivitas mengasyikkan saat ini, saat masih harus di rumah aja karena pandemi.
Happy blogwalking !!

Adakah yang mau share juga tentang pengalaman blogwalking? Cerita ya. Dengan senang hati, saya akan menyimaknya dengan seksama๐Ÿ˜Š


Sabtu, 14 Maret 2020

Ayo Mandi Parfum Bareng Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

      Pagi hari, biasanya saya bangun tidur, terus mandi (mirip lagu anak ya? ๐Ÿ˜Š). Ya begitulah, rutinitas. Mandi sebelum beraktivitas, biar seger dan bersih.
Lalu sorenya, mandi lagi. Sama tujuannya, biar seger dan bersih sesudah seharian beraktivitas. Semua orang juga mungkin begitu ya. Mandi pagi. Mandi sore. Yang penting ada air, ada sabun...begitu saja, hanya rutinitas tanpa ada sesuatu yang spesial terkait mandi.
Tapi mulai sekarang, semua berbeda. Mandi menjadi satu aktivitas yang dinanti. Karena sekarang ada yang namanya mandi parfum. Pernah mandi parfum? Tapi bukan parfum yang diguyurin ke badan lho...boros itu mah ๐Ÿ˜. Ini beda. Mandi, pakai sabun, yang wanginya...aduhaiiii...wanginya parfum banget, bikin bahagia deh pokoknya kalau habis mandi pakai produk yang satu ini: Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash


Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash
(dok.pri)


       Udah kenal ama Vitalis kan?
Vitalis merupakan market leader di pasar Female Fragrance, dan pastinya punya expertise yang sangat tinggi dalam hal parfum. Vitalis diproduksi oleh PT UNZA VITALIS, yang juga merupakan produsen dari produk perawatan kulit dan tubuh serta fragrance dengan merek-merek ternama seperti Sumber Ayu, Izzi, Enchanteur, Romano, Doremi, Safi & Bio Essence. Jadi nggak perlu ragu lagi.

       Nah, kembali ke mandi parfum tadi....
Pada pertengahan tahun 2019, Vitalis membawa expertisenya di bidang parfum ke dalam produk body wash. Siapa yang nggak pakai body wash? Semua pakai kan? Saya juga dong. Saya dalam memilih body wash, selain soal wanginya, juga kandungannya yang bisa bikin kulit halus sehat, nggak kering. Vitalis pas banget buat saya, karena selain wanginya aroma parfum, Vitalis juga menambahkan high quality moisturizer untuk memastikan kelembaban kulit setelah pemakaian.
Untuk pilihan variannya sendiri, Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash menyediakan 3 variant.

1. White Glow

White Glow
(dok.pri)

Memberikan manfaat skin brightening untuk kulit terlihat lebih cerah, terasa halus dan lembut. Wanginya seperti apa? Nah, parfum yang digunakan variant ini wanginya aroma fruity, paduan manisnya Cherry & Raspberry, disusul wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut dan elegan, dibungkus dengan kombinasi Woody & Suede yang glamour dan lobg lasting. Kebayang kan wanginya?
Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow ini diperkaya dengan ekstrak licorice dan susu, yang membantu merawat kulit hingga tampak bersih, cerah bersinar.

2. Fresh Dazzle
Fresh Dazzle
(dok.pri)

Memberikan manfaat Skin Refreshing untuk kulit terasa segar, halus dan lembut. Parfum yang digunakan untuk variant ini diawali dengan segarnya wangi Bergamot, diikuti Floral Bouquet yang elegan feminin dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang long lasting. Dan diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange serta anti oksidant dari Green Tea, yang menjaga kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat.

3.  Soft Beauty

 
Soft  Beauty
(dok.pri)

Memberikan manfaat Skin Nourishing untuk kulit terasa halus, lembut dan terawat. Wangi parfumnya dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose & Violet yang feminin, lalu diakhiri dengan manisnya Tonka Bean & Sandalwood yang premium. Dan diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E, untuk membantu menjaga kulit tetap terasa kenyal, halus dan lembut.

Gimana? Lihat kemasannya aja udah tertarik banget kan? Mewah gitu, tutupnya press-on, dan bisa diisi ulang karena ada juga kemasan reffilnya.

Kemasan reffil
(dok.PesonaVitalis)


Saya benar-benar suka sama semua variannya. Pokoknya pengalaman mandi jadi menyenangkan. Rasanya seperti sedang me time bersama kesegaran bunga dan keindahan alam. Beneran deh. Jadi fresh dan semangat...seneng sama wanginya, nggak cuma saya yang jadi wangi lho, kamar mandi pun ikutan wangi ๐Ÿ˜€.

       Tuh kan?! Vitalis Perfumed Mositurizing Body Wash benar-benar punya "superior parfum" dengan skin benefit yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit kita.
Jadi memang harus punya ketiga variannya, supaya kita benar-benar bisa merasakan masing-masing manfaatnya untuk kulit kita.
Jadi nggak berlebihan juga kan kalau saya bilang ini mandi parfum, dan bisa bikin bahagia. Mood jadi bagus, yang pada akhirnya membuat kita tambah semangat dan percaya diri.
Ayo buruan ambil Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash!!
Mandi parfum dan berbahagialah !! ๐Ÿ˜‰

Minggu, 09 Februari 2020

7 Tips Anti Baper Soal Anak

        Suatu sore, ibu muda berjalan keliling kompleks sambil sibuk menyuapi anak yang digendongnya. Lalu ketemu tetangganya, seorang ibu yang juga sedang menyuapi anaknya.
Ibu muda: "Duuuh, seneng ya bun kalau anak lahap makan gitu. Anakku lagi susah makan nih."

Tetangga: "Iya ya? Kelihatan kecil gitu. Kurus banget sih. Walah kalau anakku tuh apa-apa mau. Sama sayur lodeh aja mau."

Itu kalau si ibu muda lagi sensi, bisa sakit ati lho, body anaknya dikomentarin. Padahal point nya kan, anaknya susah makan. Ya bantu dong, jangan malah dibikin down. Si tetangga kan bisa bilang," Nggak pa-pa ya dek..maem dikit-dikit nggak pa-pa asal sering."  (Sambil kasih perhatian sejenak ke anak si ibu muda).
Atau kalau si tetangga punya pengalaman, bisa diceritain aja dengan bahasa yang mendukung.
"Nggak pa-pa, masih belajar makan. Kalau mau, coba kasih makanan tinggi kalori, mangga, pisang, alpukat. Cari yang dia suka. Kita emang kudu telaten sama anak yang lagi belajar makan."

Gitu kan enak didengernya.
Tapi kadang ya gitu, kita butuh dukungan, eh orang lain malah bangga-banggain anak sendiri. Boleeeh banget. Tapi lihat sikon dong. Tunjukkan empati.

Lagi. Soal lahiran sesar.
Ibu A: "Duh masih sakit nih. Nggak bisa ngapa-ngapain."
Ibu B: "Halah, manja ah. Aku dulu juga sesar cepet kok. Seminggu udah begini begitu..bla..bla..bla.."

Tuh kan? Si ibu B malah fokus ke "aku".
Itu lho temennya mbok didukung. Kenapa nggak bilang,"Sabar..tar juga bisa ngapa-ngapain. "
Gitu aja dah bikin seneng kok.
Orang sehabis melahirkan itu proses recovery nya beda-beda. Orangnya beda, dokternya beda, biaya mungkin juga beda.
Ber-empati ajalah. Bukan berarti sok-sok an bikin seneng orang, tapi memberi dukungan.

Lagi ya.
Kali ini tentang anak sekolah.

Ibu X: "Gimana mah ranking si kakak?
Ibu Y: "Nggak tau ni mah, susah ya pelajarannya, merosot nih."
Ibu X: "Oh. Kalau anakku alhamdulillah sih, 90, 100...semua di atas KKM. Anakku tu belajarnya blablabla..les blablabla...."
Lalu si Ibu X berasa menyimak "Dunia Dalam Berita",  dunia anak Ibu Y ๐Ÿ˜.
Dimana Ibu Y nyerocos terus soal anaknya, tanpa ada sedikit saran atau tips untuk Ibu Y.
Mungkin beda penerimaannya ya, misal Ibu X menanggapi dengan:
"Oh memang iya sih pelajaran sekarang agak susah. Nggak les kah ma? Atau ada masalah dalam belajar?"
Lalu dia bisa cerita tips atau pengalamannya hingga si anak bisa bagus nilainya.

Lebih enak kan dengernya.

Mau contoh lagi?

"Aduh, lupa mampir toko. Padahal susunya adek habis." Kata Ibu Kantoran saat ngobrol sama Ibu Kerja Dirumah.
Lalu Ibu Kerja Dirumah menanggapi sambil bercanda:
"Kasian lho anakmu. Masih bayi kok dikasih susu sapi. Tar jadi anak sapi lho."

Itu kalau si Ibu Kantoran lagi sensi, bisa panjang urusannya lho...hehe
Kan lebih baik kalau si Ibu Kerja Dirumah kasih saran atau tips tentang memberi ASI atau memerah ASI untuk stok di rumah selama ditinggal kerja. Atau apa kek yang bisa mendukung si Ibu Kantoran.
 
                                   
                   
                               
       Dan maaaasih banyak contoh lain di sekitar kita. Tentang bagaimana kadang seseorang memberi tanggapan tentang suatu hal, dengan tidak bijak, bahkan berpotensi menyinggung perasaan orang lain. Entah disadari atau tidak, disengaja atau tidak.
Sayangnya memang kita nggak bisa request orang lain untuk selalu berkata baik sih sama kita. Kan orang tuh bermacam-macam.
Maka yang perlu kita siapkan salah satunya adalah mental.
Sebagai seorang ibu, kita memang berhadapan dengan berbagai komentar orang tentang anak kita.
Tapi jangan kuatir moms. Anak Moms, pastilah Moms sendiri yang paling kenal dan tau apapun tentangnya.
Jadi nggak perlu baper soal apa kata orang.

Tips nya:

1. Percaya diri bahwa kita bisa jadi ibu yang baik bagi anak-anak kita. Caranya dengan terus belajar, terus update pengetahuan. Apapun itu.

2. Jaga mood ya. Biar tetep santai. Jangan apa-apa masukin hati. Tenang. Yang komentar jelek tentang anak kita, belom tentu dia lebih baik kok.

3. Ngadu...eh curhat sama suami atau orang terpercaya. Karena kita kan emang ingin didengar kan? Setidaknya bisa meringankan beban perasaan saat kita keluarkan isi hati.

4. Mencari lingkungan positif di dunia nyata maupun maya.

5. Meyakinkan diri bahwa setiap makhluk diciptakan dengan kehebatannya masing-masing, termasuk anak kita. Maka besar hatilah menerima anak kita, mau kurus kek, gendut kek..apapun. Percayalah, dia akan menunjukkan kehebatannya masing-masing suatu hari nanti.

6. Punya medsos? Bisa digunakan untuk sharing tentang suatu hal. Misalnya bergabung di grup yang diinginkan, terkait anak, misalnya grup tentang MPASI, tumbuh kembang dan lain-lain. Supaya kita makin banyak teman dan banyak ilmu baru, terutama untuk grup-grup yang di dalamnya memang ada ahli atau orang yang kompeten di bidang itu.

7. Kesabaran habis? Pingin meledak? Gawat nih! ๐Ÿ˜Š Hati-hati sama lisan. Sabar...ambil kertas, tuliskan kemarahan disitu. Baca sampai puas. Lalu sobek-sobek. Bakar. Biar lega. Biar tertumpahkan semuanya. Ya kan?

    Gimana? Udah lega? Hmmm...semoga kita dikeilingi orang-orang baik ya.
Sebagai sesama ibu semestinya saling mendukung. Setidaknya, kalau tidak bisa memberi solusi atas curhatan ibu yang lain, kita bisa jadi pendengar yang baik. Tidak perlu nyinyir, tak perlu nyindir.
Saling menguatkan ๐Ÿ’•


                                     



                 


                                   







Kamis, 09 Januari 2020

Ketika Kakak-Adik Khitan Bareng

     Libur telah tiba. Kalau anak-anak lain udah siap-siap piknik, Yudha, si kelas 5 SD ini, malah bersiap khitan. Yudha memang sudah sangat ingin dikhitan, mengingat saudara dan teman-teman sebayanya sudah banyak yang khitan. Nah adiknya, Altaf,  yang baru kelas 1 SD ternyata juga mau dikhitan. Mau barengan sama kakaknya. Niatnya bulat. Meski digodain mau dibelikan mainan pas kakaknya khitan, dia tetap nggak mau. Pokoknya mau khitan bareng kakak. Baiklaaah!!
Saya hanya kebayang aja sih repotnya nanti merawat dua jagoan yang habis khitan,  sambil jagain si bungsu yang masih batita.
Tapi oke deh. Anak maunya begitu, dan nggak ada salahnya juga kan mereka sunat bareng. Mungkin malah mereka berdua bisa curhat-curhatan soal khitannya..hehe...

     
       

       
          Hari H, anak-anak memakai baju yang sama, sengaja saya siapkan sih biar makin kompak..hehe... Bawa tas ransel yang isinya air putih dan snack, siapa tau nunggu lama kan? Plus bawa sarung juga untuk dipakai nanti seusai dikhitan. Kakak-adik itu berangkat ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk sunat, diantar sama ayahnya, dan dua eyang kakungnya. Saya nggak ikut karena jagain si bungsu di rumah. Dan dua jagoan itu juga nggak masalah nggak dianter sama saya. Mereka berangkat pukul 09.00 WIB. Yudha dapat antrian nomer 6, Altaf nomer 7. Jadi si kakak duluan yang dikhitan, baru kemudian adiknya.
Lalu mereka pulang sampai rumah sekitar pukul 14an. Penasaran dong saya, seperti apa ekspresi anak-anak ini pasca sunat. Ternyata mereka fine-fine aja. Turun dari mobil juga cengar-cengir berdua. Hanya memang setelahnya, beberapa waktu kemudian mereka meringis sih, karena mungkin biusnya habis. Apalagi si adik..wah..nangis..minta dipijitin, minta didongengin biar bisa tidur..minta ini minta itu.

     "Bu, kok gini rasanya.."
     "Bu, apa bakal kayak gini selamanya.."

Kasihan sih...tapi kan emang ini udah jadi tekadnya kan, sunat bareng kakak. Untung dibawain obat anti nyeri. Iya. Memang obat-obatan yang dibawakan pulang ada obat anti nyeri, antibiotik dan salep.

   

     
Nah bagaimana perawatan pasca sunat?
1. Dijaga kebersihannya, anteng di tempat tidur aja, nggak boleh banyak gerak.
2. Tidak boleh kena air dulu. O ya...mereka tidak diperban sih. Dibiarkan terbuka aja
3. Minum obat sesuai petunjuk
4. Setiap pagi dan malam dioleskan salep
5. Sebenarnya dokter bilang sih setelah 3 hari bisa berendam air hangat, tapi anak-anak belum siap. Jadi mandinya juga masih di lap
6. Untuk makanan yang dikonsumsi sih nggak ada pantangan.
7. Untuk tempat lain mungkin ada jadwal kontrol, tapi ini nggak ada, jadi ya tetap melakukan perawatan seperti di atas.

Hari ke-14 mereka sudah jalan-jalan ke pantai, diajak tantenya liburan sebelum masuk kembali ke sekolah. Selama 14 hari itu sih mereka di rumah beraktivitas biasa.
Syukur Alhamdulillah, saat Senin kemarin mereka mulai masuk sekolah lagi, mereka udah biasa.

Begitulah. Pengalaman khitan dua anak-anak saya yang minta bareng. Seperti apa dan bagaimana reaksi serta seberapa cepat sembuhnya, tergantung juga ke anaknya masing-masing. Jadi mungkin anak yang satu beda dengan anak yang lain.

Pokoknya alhamdulillah deh, semua sudah terlewati, khitan dan berbagai dramanya.
Semoga tambah rajin sholatnya ya, nak...makin sholeh dan bertumbuh menjadi orang yang bertakwa. Aamiin.
   



Senin, 30 Desember 2019

Aku Nggak Mau Menjadi Kamu

Jogja, 30 Desember 2019

     Kamu hebat, tapi aku nggak mau menjadi kamu.
Pernah kan lihat orang hebat? Menurutmu, orang hebat tuh yang bagaimana sih?
Coba dicari diantara sekian banyak teman-temanmu, baik di dunia nyata maupun maya. Ada berapa orang yang kamu nilai hebat? Apalagi kalau kita lihat medsos mereka. Segala pencapaian sukses mereka begitu menyilaukan mata. Lalu kemudian kita melihat ke diri kita, dan bertanya dalam hati, kok aku begini-begini aja ya?
Hai!! Pernah dengar: hidup tak seindah feed instagram? Itu betul kok. Orang yang postingannya selalu happy, bukan berarti dia nggak punya problem. Orang yang postingannya travelling melulu, bukan berarti dia nggak pernah bokek.
Pun begitu dengan orang yang postingannya curhat melulu, bukan berarti dia nggak pernah bergembira.
Maka, postingan biarlah tetap menjadi postingan. Kita nikmati aja, ya kan?
Tapi kadang dari postingan itu kita juga tau, bahwa yang sepertinya terlihat sempurna, tetap nampak kekurangannya. Entah disadari atau tidak.
Karena orang mengunggah sesuatu tentang dirinya, kadang hanya sebagian saja dari kisah hidupnya. Mungkin hanya kehidupan profesionalnya saja, sehingga kita nggak pernah tau seperti apa kehidupan pribadinya. Atau sebaliknya. Kan tiap orang punya tujuannya sendiri-sendiri dalam menampilkan dirinya di media sosial.
Nah, semua kembali ke kita sebagai teman mereka di medsos. Jangan baperan. Nikmati aja, sambil tetap mengambil pelajaran dari setiap pengalaman mereka.
Bagaimana mereka bisa menjadi sehebat itu, bagaimana mereka menyikapi kisah hidup yang mereka share...kita bisa belajar.
Tentu saja dalam kekaguman kita terhadap mereka, terselip rasa syukur atas kisah kita sendiri.
Orang lain boleh hebat, tapi bukan berarti kita ingin menjadi dia kan? Kalaupun ingin, tentu hanya sisi suksesnya aja yang kita juga pingin, bukan ujiannya, bukan cobaan hidupnya. Pernah kan, lihat orang sukses berkarir tapi gagal dalam kehidupan pribadinya? Kita mungkin prihatin, tapi dia mungkin biasa aja karena memang kehidupan profesional yang jadi prioritasnya ketimbang yang lain. Dan kita belum tentu bisa seperti itu.
Pernah nggak, lihat orang yang sederhana tapi bahagia, hidup tentram karena mungkin nggak mikir bayar cicilan karena nggak punya utang. Tapi kan juga nggak semua orang bisa hidup sederhana kan?
Maka kita memang nggak pernah tau seperti apa kehidupan mereka yang sebenarnya, kecuali memang kita kenal dekat.
Maka paling enak adalah menjadi diri kita sendiri. Mencari kehebatan kita sendiri.
Tanpa perlu iri dengan yang lain.
Percayalah, kita punya kisah indah tersendiri.


                           ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ







Minggu, 29 September 2019

Menumbuhkan Budaya Literasi Dari Rumah

     Salam literasi.
Familiar dengan salam yang satu ini? Salam yang belakangan sering terdengar, sering terbaca juga dimana-mana termasuk di media sosial. Senang ya, kalau kita melihat kesadaran ini makin merebak.

Apa sih literasi itu?
Menurut Wikipedia, literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. 

Lalu siapakah yang berperan hingga literasi menjadi sebuah kesadaran? Apakah harus belajar ke luar negeri dulu? Tunggu!!
Sebelum jauh-jauh pergi ke luar negeri, kita di sini dulu. Kita mulai dari dalam rumah kita sendiri dulu.
Sebagai seorang ibu, memulai kesadaran literasi kuncinya adalah membiasakan diri, dan membiasakan juga anak-anak di rumah untuk cinta membaca.
Membaca adalah satu hal yang bisa mulai dibiasakan sejak dini, sesuai tingkatan umur anak-anak.
Bahkan seorang ibu pun bisa mengajak bayinya berbicara, berkomunikasi sejak bayi masih dalam kandungan.
Sekarang juga sudah banyak buku-buku khusus untuk bayi dengan bahan lembut yang aman untuk mereka. Membacakan buku menjelang tidur. Mengajak anak-anak untuk selalu terlibat aktif dalam diskusi keluarga. Bahkan bisa bersama-sama anggota keluarga mewujudkan pojok baca di rumah. Kalau sudah terbiasa, jangan heran ketika anak-anak menjadi senang berkunjung ke perpustakaan sekolah, bahkan perpustakaan kota.

       
Buku-buku untuk balita
 

    Tentu saja ini juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Berangkat dari keluarga, sekolah dan masyarakat adalah tempat lain dimana anak-anak ini bisa belajar. Sekolah-sekolah bisa membuat pojok baca di semua kelas, atau bisa juga membuat lomba pojok baca, misalnya. Agar semua bisa lebih bersemangat lagi dalam hal ini. Kebetulan sekolah anak saya menerapkan ini, selain juga ada perpustakaan sekolah.
Sementara di lingkungan masyarakat, bisa dibuat taman bacaan dengan berbagai macam bacaan yang menarik dan lengkap. Dengan berbagai program yang menarik warganya untuk datang ke taman bacaan tersebut. Tak bisa dipungkiri, dengan beragamnya latar belakang dan kesibukan mereka, tentu saja harus ada strategi supaya taman bacaan tersebut tetap eksis.
Tapi semua perlu dibiasakan sehingga lama-kelamaan menjadi sebuah budaya. Budaya membaca yang tentu saja akan memperkaya wawasan dan kualitas seseorang.
Lantas apakah mudah atau justru sulit kesadaran literasi ini muncul dalam lingkup keluarga dan masyarakat?
Seperti yang saya tulis di atas, kita harus membiasakan diri. Dalam keluarga, orang tua menjadi rule model bagi anak-anaknya. Anak-anak yang sedari kecil sering melihat orang tuanya membaca, mereka juga akan terbiasa dengan aktivitas membaca.

       
Mengunjungi perpustakaan kota Jogja

         

     Dalam lingkup masyarakat, topik literasi ini bisa disampaikan dalam berbagai forum atau pertemuan, misalnya dalam pertemuan PKK, pertemuan RT dan sebagainya, sehingga menjadi pemahaman bersama betapa pentingnya literasi ini. Tentu saja kaum muda juga sangat penting perannya dalam mewujudkan kesadaran literasi. Karang taruna, muda-mudi, atau apalah sebutannya, mereka bisa membuat forum diskusi melalu grup messaging maupun melalui media sosial untuk juga berperan dalam gerakan literasi.
Juga saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus, misalnya berkebutuhan khusus dalam penglihatan, sangat terbuka untuk bisa berperan dalam hal ini, atau juga mendorong pihak terkait untuk membuat perpustakaan audio. Sampai di sini saya jadi ingat dulu pernah membaca sebuah buku lalu direkam untuk keperluan perpustakaan audio tersebut.
     Memang keluarga adalah lingkup terkecil dalam masyarakat. Tetapi justru dari sanalah semua dimulai, membiasakan anak disiplin, menanamkan nilai-nilai, termasuk juga mengajak anak untuk selalu cinta membaca sebagai bentuk peran dalam #LiterasiKeluarga.
Kita sebagai orangtua, khususnya seorang ibu sudah semestinya aware bahwa jaman sudah berubah. Generasi milenial memberi tantangan baru tentang bagaimana menyiapkan mereka ke depannya agar mampu mengambil kebaikan dari derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi.
Semoga salam literasi dari rumah ini terus bergaung, sehingga saat anak-anak berbaur dengan masyarakat yang lebih luas lagi, mereka siap menjadi bagian dalam memajukan bangsa.


#SahabatKeluarga