Sabtu, 08 Desember 2018

Plasenta tersisa

Hallo...
Lama tidak menulis. Sibuk sih...sibuk momong bayi.
Jadi ceritanya, saya punya anak ketiga nih. Alhamdulillah dikaruniai anak perempuan, setelah dua anak sebelumnya laki-laki semua.
Lumayan lancar sih semuanya. Tapi ada beberapa hal nih yang pingin saya share.
Jadi, kehamilan saya yang ini terjadi di usia saya yang sudah tidak muda lagi, lebih dari 35 tahun. Itulah mengapa begitu saya tau saya hamil lagi, saya langsung mengajukan pengunduran diri alias resign dari kantor dan pekerjaan tercinta. Berat siiih...tapi kan saya harus sadar diri bahwa saya sedang hamil di usia riskan. Jadi tidak boleh capek, tidak boleh stres..itu aturan saya sendiri. Kesadaran..hehe
      Minggu demi minggu kehamilan, semua lancar kok. Sampai tiba due date 5 Mei 2018. Tapi belum lahir juga...dan si baby punya tanggal sendiri ternyata, 7 Mei 2018 baru dia lahir. Kalau bayi perempuan katanya sih memang sering mundur dari tanggal perkiraan..ya nggak sih? 
Bahagia dong, bisa lahiran normal, bayinya perempuan pula. Nah..tiga hari kemudian saat kontrol posisi rahim, bidan ( saya lahirannya ditolong bidan ) mengatakan kalau tinggi fundus saya kok masih belum normal. Beruntung hari itu juga langsung di-USG sama dokter kandungan, dan dinyatakan ada sisa plasenta yang masih tertinggal, sehingga harus dilakukan kuretase. Sedih nggak sih...karena artinya harus nginep RS kan...ninggalin bayi saya di rumah untuk 1-2 hari..
Tapi ya memang harus dijalani. Saya menjalani kuretasi di rumah sakit dan meninggalkan bayi saya dua malam. Tapi kebutuhannya akan ASI tetap terpenuhi kok. 
Walaupun saya juga mengkonsumsi obat-obatan setelahnya, tetep aman untuk ibu menyusui. Sayangnya saya lupa mencatat jenis obatnya.
Setelah usai proses dan pemulihan, saya masih terus bertanya-tanya bagaimana ini bisa terjadi pada saya, sedangkan pada saat melahirkan kedua anak sebelumnya semua tidak ada masalah. 
Saya kemudian menanyakan hal tersebut via email ke faskes dimana saya melahirkan. Dan berikut ini jawabannya: 

 “Bagaimana bisa ada plasenta yang tertinggal?”
Kondisi tertinggalnya plasenta sangat bisa terjadi. Kejadiannya lumayan banyak sekitar 23-24% dari persalinan normal di seluruh dunia. Untuk lebih jelasnya berikut penjabaran teori tentang sisa placenta atau dalam dunia medis sering kita sebut “Retensi Sisa Placenta / Rest Placenta”

Rest Placenta adalah tertinggalnya sebagian placenta dalam rahim yang disebabkan karena placenta yang tertanam terlalu dalam hingga menembus dinding myometrium (lapisan yang agak dalam dari rahim). Hal ini bisa menyebabkan perdarahan pasca persalinan dini (dalam 24 Jam pasca persalinan) atau perdarahan pasca persalinan lambat (terjadi dalam > 6 hari ke pasca persalinan).



Keterangan gambar: Accreta, Increta dan Percreta adalah tingkat kedalaman akar plasenta ke dinding rahim yang menyebabkan saat pengeluaran normal, memungkinkan sebagian plasenta tetap menempel di dinding rahim.

Faktor resiko terjadinya Rest Placenta antara lain :
Usia ibu ( < 20 thn atau > 35 tahun ) bisa menyebabkan kondisi rahim kurang bagus untuk tempat perlekatan placenta, sehingga kontraksi rahim kurang adekuat/ kurang baik.
Hamil > 3 kali bisa menyebabkan placenta tumbuh di daerah tempat placenta tumbuh pada kehamilan sebelumnya, yang menyebabkan placenta akan tertanam lebih dalam pada dinding Rahim, yang bisa tertinggal saat proses persalinan berikutnya.
Kelahiran bayi yang terlalu cepat, ini akan mengganggu pemisahan placenta secara normal dari dinding rahim. 

Proses pengeluaran placenta yang terlalu terburu-buru.

Tanda-tanda klinis yang dicurigai adanya sisa placenta apabila ;
Adanya perdarahan aktif (berlebihan) setelah proses persalinan.
Perdarahan tidak normal yang terjadi pada hari ke > 6 pasca persalinan.
Tidak ada perdarahan akan tetapi tinggi fundus uteri (tinggi rahim) tidak sesuai dengan pengecilan rahim yang harusnya terjadi. 

Diketahui dengan USG sebagai penegakkan diagnosa

Itu penjelasannya.
Nah pada saya, rest placenta diketahui ketika saya kontrol setelah melahirkan, itu kira-kira hari ke-5 kalau tidak salah. Tidak ada pendarahan sih, tapi saat diperiksa ternyata fundus uteri tidak sesuai dengan pengecilan rahim yang harusnya terjadi. Kemudian di USG, dan memang rest placenta.

Begitulah ceritanya.
Apapun...pokoknya sehat-sehat selalu yaaađź’™

Tidak ada komentar:

Posting Komentar