Kamis, 04 Mei 2017

Lipsense



           Apakah itu? Tiga benda mungil yang ada dalam genggamanku?
Seperti judul yang kutulis di atas, itulah Lipsense. Set lipstick, lip gloss dan lipstick remover. Yakin deh...cewek-cewek pasti punya, walau merk lain. Nggak percaya? Coba buka tas nya😀
Kenal sama Lipsense ini melalui teman di dunia maya, mak Wika, jaman dulu kami nge-blog nya di Multiply. Pokoknya penasaran banget, kepo banget sama Lipsense ini, apa lagi lihat testi, lihat foto saat digunakan, dan memang koleksi warnanya cantik-cantik. Aku saja sampai bingung memilih warna apa.
Sempat ragu sih, waktu baca beberapa review ada yang nggak cocok, ada yang cocok,  apalagi  harganya juga lumayan. Tapi mengingat kulitku yang cenderung bandel alias bisa gampang cocok sama berbagai produk, ditambah rasa penasaranku, ya sudah, beli. Lalu....aku memutuskan untuk memilih warna Summer Sunset. Summer sunset ini di bibirku warnanya kemudian menjadi pink dan merah, tergantung berapa lapis mengolesnya. Iya, karena pewarna bibir yang satu ini hasilnya belum tentu sama saat di pakai orang yang berbeda.
               
                   

Foto di atas aku memakai 3 lapis atau tiga kali oles Lipsense nya. Di aku mungkin jadi pink, di orang lain mungkin merah, atau merah bata. Itu tergantung warna dasar dan ph bibir masing-masing juga.
Lipsense ini juga sekaligus bisa merawat bibir dengan ada beberapa kandungan didalamnya, seperti vitamin dan lain-lain.
Cara memakainya pun beda dengan yang lain. Yaitu sekali harus jadi alias nggak bisa dikoreksi, kecuali menggunakan removernya. Jadi, ambil Lipsense, oles sekali di bibir atas dimulai dari bagian tengah bibir, sapukan ke kiri dan ke kanan. Lalu kalau bibir bagian bawah, oles sekali mulai dari sudut bibir. Ulangi lagi satu atau dua kali...dan jangan mengatupkan bibir ya! Karena setelah beberapa detik kemudian, kita perlu mengoleskan lipgloss nya. Karena memang, Lipsense dan Lipgloss nya adalah tak terpisahkan. Dan ini tahan lama, lebih dari 18 jam. Sehingga misalnya selesai sholat atau habis makan, nggak perlu dioles Lipsensenya, cukup Lipglossnya saja. Memang disarankan untuk sering memakai lipsgloss biar nggak kering. Lipgloss nya pun unik...kalau dioles, dia akan mempercantik warna Lipsense nya.
Nah...cara menghapusnya pun beda. Yaitu dengan busa pasta gigi. Jadi saat kita menyikat gigi, busanya ditempel ke bibir, lalu Lipsense nya akan terhapus dan bibir pun terasa lebih lembab, lebih halus.
Begituuuu. Ada yang pernah pakai Lipsense juga????


                               


Selasa, 02 Mei 2017

Escape! Sambil ngopi.

Hari itu rasanya seperti petualang yang tersesat di sebuah tempat yang diharapkan.
Jam 12.00 WIB berangkat dari Jogja, bingung antara mau menyusul anak-anak ke Mangrove dan pantai Glagah Kulonprogo. Atau kemana. Akhirnya, aku dan suamiku, sepakat untuk menghabiskan waktu dengan minum kopi di pedesaan. Biarlah anak-anak yang sedang ikut liburan pakdhe nya, nanti langsung pulang ke rumah ibu. Mumpung lagi ada kesempatan berduaan denfan pak suami...jalan-jalan ah. Cari udara segar dan pemandangan hijau. Jadilah kami menuju arah barat. Iya, ke arah Samigaluh, Kulonprogo, untuk ngopi di warung kopi pak Rohmat. Dan karena tahu bahwa jalan yang akan kami lalui naik turun dan sempit, ya udah naik motor deh jadinya.
Dari Jogja udara panas luar biasa...untung nggak begitu ramai. Lancar. Lewat jalan Godean, lalu ke barat terus lewat jembatan Kebonagung dan sampailah di Dekso. Capeknya...dan perjalanan masih jauh. Pak suami ngantuk pengen tidur sebentar katanya. Lama kami berjalan, melewati persawahan dan kebun-kebun hijau. Kami lalu berhenti di sebuah pos ronda yang bersih.




Pak suami istirahat, rebahan. Dan aku ...maksud hati mau bermedsos ria...apa daya signal seluler tak ada. Jadilah bengong sembari selfie sementara pak suami tidur.
Sunyi sekali tempat itu, tidak ada bus, tidak ada angkutan. Hanya sesekali orang bersepeda motor melintas, orang bersepeda, orang membawa rumput...sunyi.
Beberapa saat kemudian setelah dirasa cukup istirahat, kami melanjutkan perjalanan.
Akhirnya...kami sampai di tempat tujuan, Kopi Pak Rohmat. Sebuah rumah, yang dikelilingi kebun dan kanan kirinya ada bangunan atau ruang untuk ngopi. Ada yang lesehan, ada pula yang menggunakan meja kursi. Kami memilih yang lesehan dong, supaya bisa meluruskan kaki setelah lelah di perjalanan.
Lalu seorang ibu menyambut kami, menyalami, dan menyodorkan menu.
Aku memesan kopi susu...biar nggak pahit-pahit amat...eaaa! Suami pesan susu jahe plus camilan. Untuk makannya aku pesan nasi, sayur lompong dan rica-rica enthok. Suami pesan nasi, sayur lompong dan pindang.
Sembari menunggu pesanan datang, aku memperhatikan sekitar. Banyak juga yang datang ngopi siang itu. Dan kalau menyimak bahasanya, mereka bukan orang sekitar. Mereka nampak menikmati suasana di situ. Ngopi di tempat yang agak terpencil, mendengar desau angin, dan dan gemericik air di sungai kecil di dekat tempat itu.

Lalu pesanan kami pun datang.




Dengan penyajian khas, ada kopi susu, kopi jahe, lalu yang di gelas-gelas kecil itu ada gula aren, gula pasir, dan satu lagi, semacam gula merah yang dilelehkan. Lalu camilannya ada geblék, tahu susur mini, singkong rebus -yang kata suamiku enak dan dihabiskannya..duh! Dan ada kacang rebus juga. Semua hangat.

Lalu makanannya

Ini pesananku, nasi, sayur lompong dan rica-rica enthok. Nah...pesanan suamiku lupa nggak kefoto, karena langsung disantap...haha...laper, pak?!
Mau tau rasanya? Heeemmm....enak!! Lelah dan penat di perjalanan. Lalu ketemu kopi,  camilan yang khas, makanan lezat, ditambah suasana hijau pedesaan..itu benar-benar bikin hati senang.
Ternyata semakin sore, makin banyak juga orang yang datang. Boleh juga tempat ini. Mungkin bagi sebagian orang, ini cuma rumah dan kebun biasa. Tapi ternyata tempat ini memang menarik. Terbukti banyak yang datang ke sini.


Lalu, kami ketemu juga sama pemiliknya, yaitu Pak Rohmat. Kami ngobrol sebentar, lalu berfoto. Orangnya ramah, semua yang menyambut kami di situ juga ramah.
Melihat Pak Rohmat sore itu, seperti seseorang yang sudah menemukan passionnya. Menikmati aktivitasnya membuat kopi dan menjamu tamu-tamunya.
Kami pulang, pak Rohmat..dan terimakasih ya, untuk kopi dan suasananya.


                              💖💖💖