Senin, 23 Maret 2015

Ketemu TULUS !

Tentunya bukan tulus kata sifat ya...tapi Tulus, penyanyi.
Seneng bangeeett. salah satu suka-nya jadi penyiar adalah ketemu orang-orang baru dan orang-orang populer ^^ 

Senin, 16 Maret 2015

Ngobrol bersama CEO Bukalapak.com

   
Senin biasanya nggak siaran, tapi semalam dapet message kalo pagi ini harus siaran menggantikan teman.
Dan ada talkshow dengan CEO Bukalapak.
Hatiku langsung membuncah. Sebuah dunia yang juga kini sangat menarik untukku: e-commerce.
7 tahun aku mengenal jagad maya dalam hal jual-beli, dan mulai larut dalam aktivitas itu, berawal dari buyer dan kemudian seller juga.
Tentunya, ketika dapat kabar itu, rasanya seperti...pucuk dicinta ulam pun tiba :)

Satu kebanggaan bisa berbincang dengan beliau-beliau. Kebetulan yang siaran ada mas Zaky, CEO Bukalapak, dan mas Iyan, Community Manager Bukalapak.

Mas Zaky, yang baru berusia 28 tahun ini cerita awal mula dia bikin Bukalapak. Berawal dari ketrampilannya bikin software-software untuk perusahaan-perusahaan, akhirnya kepikiran, kenapa nggak bikin software untuk sendiri aja. Singkat cerita, dimulai dari tahun 2009, hingga sekarang, bisa dibilang Bukalapak berkembang pesat. Dan saat ini ada sekitar 180.000an seller bergabung di sana, dengan omset 1,5 M - 2,5 M. Dan juga punya sekitar 70 staff di kantornya. Luar biasa ya... Yang menarik lagi, Mas Zaky bilang, lebih concern ke UKM. Karena Indonesia punya banyak UKM yang belum tersentuh akses internet. Harapannya, UKM-UKM ini bisa memperluas pasar, tidak hanya di tingkatan lokal, tapi juga nasional. Setidaknya para UKM ini ke depannya lebih berkembang, bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka, termasuk menyekolahkan anakknya lebih tinggi lagi. Setuju deh, mas...

Sementara, mas Iyan lebih ke acara-acara kopdar, atau ketemuan para seller, termasuk juga mungkin buyer, yang diadakan secara rutin. Dari acara kopdar tersebut, bisa meneruskan komunikasi di dunia maya ke dunia nyata. Bisa sharing, berbagi tips jualan on line, dan sebagainya.

Yaaaa....jaman sekarang sih ya, hal-hal seperti ini sangat dimungkinkan..bahkan mungkin jadi sebuah kebutuhan.  Aku jadi makin semangat untuk juga menggeluti dunia e-commerce. Terimakasih ya...^^









Minggu, 15 Maret 2015

Rasanya ingin memiliki semua.

Sebuah judul yang teramat sangat rakus ya kesannya, mungkin juga selfish!
Tapi ini manusia...yang mana selalu punya keinginan-keinginan dalam hatinya. Sesuatu yang ingin dia raih, dan dimilikinya.
Coba jujur dalam hati, berapa banyak hal yang ingin diraih, dimiliki.
Sayangnya, tidak semua yang diingini, bisa dimiliki. Sekalipun sudah dicoba segala upaya untuk mendapatkannya. Hingga pada akhirnya tiba pada sebuah kepasrahan dan memupusnya agar tidak mengganggu suasana hati ke depannya. Bahwa apa yang ingin dimiliki itu, mungkin bukan hak-nya, mungkin ada tapi bukan untuk kita.
Jujur saja dalam hati, dan menangis saja bila perlu.

Dan ini manusia...yang selalu merasa kurang dan menginginkan yang lainnya. Manusia yang tidak cukup dengan hanya satu, tapi maunya dua bahkan lebih.

Terlalu banyak hal di dunia ini, dan mungkin terlalu banyak untuk dimiliki semuanya. Di situ mungkin manusia dikaruniai kepintaran untuk menentukan pilihan. Di situ juga kekuatan hati diuji, oleh sisa-sisa hal yang begitu banyak,  yang tidak dia pilih untuk dimiliki, tapi pernah diingini.

Dan akhirnya...keinginan hati itu mungkin hanya terhempas di sudut terdalam, tersembunyi, dan menjadi rahasia selamanya. Tidak apa-apa, karena bisa jadi lebih baik begitu.