Jumat, 15 April 2011

Alam Indonesia ini kaya, lho...

      Iya kan? Setuju kan? Indonesia ini kaya..alamnya indah...menghasilkan banyak hal..waaah...rugi kalau disia-siakan begitu saja.
Sebenernya aku yakin sih, semua sadar tentang ini. Sadar juga bahwa kalo semua diolah dengan benar...akan menguntungkan kita.
      Tentang makanan dulu ya.
Singkong misalnya, bisa dibuat jadi tepung kemudiah diolah jadi semacam cake ^^
Pisang...buaaaanyak banget buah pisang disekitar kita. Juga bisa diolah jadi macem-macem makanan.
***********

Pagi tadi, aku ada kesempatan ngobrol bersama mba Anissa dari Cokro Tela Cake dan ibu Warsiti dari Nikimon Bantul, serta mas Xaiz dari IOM (International Organization for Migration) Yogyakarta.
Mbak Annisa mengatakan bahwa orang kadang suka gengsi kalo makanannya adalah singkong. Hayoooo...ngaku! Kapan terakhir makan singkong. Secara tradisional, dulu singkong direbus, jadilah singkong rebus. Digoreng, jadilah singkong goreng atau ada yang menyebutnya "balok". Itu gurih lho rasanya.
Atau dibuat gethuk, cemplon, pentho, sawut dll. Wah...banyak ya.
Tapi sekarang, dijaman yang katanya maju ini, cara makan singkong juga macem-macem. Digoreng, trus ditaburi tepung bumbu beraneka rasa, bahkan dibuat cake, seperti yang dilakukan mbak Annisa n friends di Cokro Tela Cake. Jadi nggak perlu impor gandum untuk membuat cake.

Ibu Warsiti dari Nikimon.  Salah seorang korban gempa yang mengguncang Jogja 2006 lalu. Sekarang sibuk dengan pesanan makanan ringan yang dirintisnya bersama kelompok UKM di Bantul. Jadi ceritanya...
     Beberapa waktu setelah gempa dahsyat itu, banyak masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya. Petani pun katanya susah kembali ke sawah, lahan susah untuk ditanami lagi karena sumber air menghilang. Padahal...hidup kan harus terus berjalan. Berawal dari situ, para ibu berkumpul, mendapat pelatihan, sehingga kemudian mereka bisa membuat criping pisang madu, criping pisang gurih, sale pisang, emping gepuk, kacang disco dll. Dan dari semua produknya, semua bahan baku produk berasal dari dalam negeri, dari para petani.

Pertanyaannya adalah: bagaimana produk-produk ini bisa bersaing? Sekarang roti gandum dimana-mana, kripik, dan makanan ringan impor banyak dijumpai.Ya pasti perlu strategi, dan biarlah mereka melakukannya.

Mas Xais dari IOM mengatakan, bahwa pihaknya hanya mendampingi, khususnya kepada masyarakat yang terdampak bencana, dalam hal ini Ibu Warsiti. Tentu tidak selamanya, Juni 2011 akan berakhir. Sehingga setelah itu, ibu Warsiti dan kelompok UKM nya harus melanjutkan semua sendiri. Tapi nggak sendiri lah...karena beliau bilang masih ada pemerintah akan bersama mereka. Semoga sukses ya Buuuuk !!!

Nah, teman-teman...terlepas dari semangat yang bisa kita lihat... jangan lupa juga bahwa mereka sedang memanfaatkan produk alam Indonesia untuk diolah menjadi sesuatu yang punya nilai jual.
Singkong kan masuk umbi-umbian, bener nggak sih...hehe..sementara bicara umbi, ada banyak kan: talas, ubi jalar dll. Kira-kira bagaimana mengolahnya ya...biar jadi makanan  enak dan tembus pasar manapun??
Sagu di timur Indonesia sana...dibuat apaaaa gitu yang enak?? Apalagi ya..banyak wis !!!
**********
Sampai disini tulisanku hari ini ya^^
Mau cari tape singkong  dulu..itu lho..yang dibungkus pake daun singkong. Masih ada nggak ya??
thanks :))

Sabtu, 12 Maret 2011

Sebuah Pilihan

...Setelah sebegitu lama nggak menyambangi blog ini...Sekarang sumpah !!!Pingin nulis ini ketika di jejaring sosial seorang teman  menulis, yang intinya begini "musti sedih atau seneng lihat teman-teman berbaju rapi dan wangi berangkat di kantor, sedang aku hanya dirumah dengan bejibun kerjaan dan berdaster". Tidaklah kawan, aku nggak yakin kamu dasteran terus dari pagi hingga pagi lagi kan?"Daster" mu itu pastilah kiasan yang kaupilih untuk menggambarkan sedikit kecemburuan terhadap perempuan-perempuan yang bekerja kantoran di luar sana.Secara kasat mata, mungkin itu yang terlihat pada mereka..pagi-pagi begitu berseri, tampil wangi menawan dengan stelan busana kerja dan sepatu yang rapi. Tapi jangan salah...ada deadline yang menunggu di kantor, ada politik kantor yang mereka alami...dan banyak lagi..selain kesenangan tentang status sebagai pekerja kantoran. Ini di Jogja ya..dimana jarak rumah dan tempat kerja relatif dekat...aku nggak tau bagaimana dikota-kota besar yang lain. Artinya pikiran akan tambah penuh dengan perjalanan mereka ke tempat kerja, macet lah dll.

Ibu Rumah Tangga (IRT) jaman sekarang kupikir berbeda dengan IRT jaman bahola...jauuuuh berbeda.
Dalam "job description" nya pun sekarang lebih kompleks lagi kan?Melayani anak-anak dan suami, mengurus berbagai hal dalam rumah tangga..itu menguras energi dan pikiran lho. Mempersiapkan anak-anak agar kelak menjadi generasi yang berguna dan membanggakan...itu kan nggak mudah. Jadi...IRT itu menurutku hebat! Belum lagi, IRT sekarang sudah akrab dengan dunia maya. Mempunyai kelompok sendiri disana, memiliki toko, butik dll secara online. Keren kan??

Nah...jadi jangan tanya lagi..mana yang lebih nyaman , mana yang lebih menyenangkan, mana yang lebih hebat. Silahkan memilih dan selalu ada kebanggaan pada setiap pilihan itu.
That's it..................... ^__*